Artikel

Mutiara Faidah dari Al-`Arbain An-Nawawiyyah - Hadits pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengunjung web Al-Arabi yang semoga Allah Ta`alasenantiasa merahmati kita semua. Telah kita ketahui secara bersama, bahwasanya menuntut ilmu merupakan Ibadah yang bernilai besar di sisi Allah. Dan secara khusus , apabila yang kita pelajari adalah Hadits-hadits Nabi Shalallahu `Alaihi wa Sallam, beliau Shalallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا، فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ

Artinya: Semoga Allah memberikan cahaya di wajah seseorang yang mendengar sebuah hadits dari kami, lalu dia menghafalnya kemudian menyampaikannya kepada orang lain. (HR.Abu Dawud no.3660)

Untuk itu Insya Allah , kami akan menampilkan mutiara faidah dari Hadits-hadits Nabi Shalallahu `Alaihi wa Sallam yang termuat dalam kitab Al-`Arbain An-Nawawiyyah , dan faidah tersebut kami terjemahkan dari kitab Fathul Qowiyyil Matiin fii Syarhil `Arba`iin karya dari Asy- Syaikh `Abdul Muhsin Al`Abbad Al-Badrhafizhahullahu, secara bersambung. Semoga Allah memudahkan usaha kami ini dan menjadikannya sebagai timbangan kebaikan di hari Kiamat kelak. Aamiin

 

Hadits pertama: Ikhlas

 

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "إنَّما الأعمال بالنيَّات، وإنَّما لكلِّ امرئ ما نوى، فمَن كانت هجرتُه إلى الله ورسوله فهجرتُه إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يُصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه".

رواه إمامَا المحدِّثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصحُّ الكتب المصنَّفة.

Artinya:Dari Amirul Mu`minin -Abu Hafsh - Umar bin Khaththab radhiyallahu`anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda: Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).

(Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits).

Pelajaran dari hadits :

·         Sesungguhnya tidak ada suatu amalan pun kecuali  dengan niat.

·         Sesungguhnya amalan itu hanya dianggap sah berdasarkan niat-niatnya.

·         Sesungguhnya ganjaran bagi pelaku amalan adalah berdasarkan niatnya

·         Hendaknya seorang yang `Alim memberikan perumpamaan agar menjadi jelas dan terang.

·         Menunjukkan keutamaan hijrah,karena Nabi صلى الله عليه وسلم  melaksanakannya, dan terdapat di Shahih Muslim no.192, dari Shahabat `Amr bin Al`Ash-semoga Allah meridhoinya,dari Nabi صلى الله عليه وسلم  beliau bersabda : "Tidakkah engkau tahu bahwasanya Islam menghapuskan (dosa-dosa) yang telah lampau,dan sesungguhnya Hijrah menghapus kan (dosa-dosa) yang telah lalu, dan juga Haji menghapuskan (dosa-dosa) yang telah berlalu?

·         Sesungguhnya manusia diberikan pahala atau berdosa atau diharamkan (tidak mendapatkan sesuatu apapun) berdasarkan niatnya.

·         Sesungguhnya amal-amal tergantung kepada perantara yang menghantarkan kepadanya, bisa jadi sesuatu yang pada hukum asalnya adalah mubah(boleh) dapat bernilai sebagai ketaatan jika seseorang berniat untuk kebaikan padanya.Seperti makan dan minum jika diniatkan menjadi penguat dalam beribadah.

·         Sesungguhnya suatu amal bagi pelakunya dapat menjadi sebuah pahala dan dapat juga menjadi penghalang baginya. (diterjemahkan oleh Taufik Ismail dari Fat-hul Qowiyyil Matiin fii Syarhil `Arba`iin,karya Syaikh`Abdul Muhsin Al-`Abbad Al-Badr hal.14)



Pengirim : taufik

Komentar :